PLASENTA

Manfaat Plasenta
Bagi Kesehatan


Nama plasenta atau ari-ari sudah tak asing di telinga. Karena placenta merupakan gudang makan bagi janin dalam rahim. Melihat fungsinya, placenta memang kaya akan zat-zat gizi. Pengobatan modern saat ini sudah memanfaatkan placenta untuk mengatasi gangguan kesehatan, mulai dari masalah kesehatan mata, mencerahkan warna kulit hingga memperlancar produksi air susu ibu (ASI).
“Plasenta atau dikenal sebagai ari-ari berfungsi sebagai media nutrisi untuk embrio yang ada dalam kandungan. Plasenta memiliki bobot sekitar 37,5-500 gram. Plasenta sering berbentuk bulat, tidak teratur atau bulat telur, seperti piring, dengan garis tengah 9-16 cm, mengandung 200 ml darah yang mengisi jaringan seperti spon. Plasenta mudah patah atau getas dan berbau amis,” kata pengobat tradisional Drh I Whendrato, SS, MBA dalam sebuah kesempatan di Jakarta, belum lama ini.
Penelitian Whendrato tentang plasenta diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Satwa Berkhasiat Pengobatan.
Ditambahkan, plasenta merupakan bagian dari tubuh manusia yang mempunyai sisi banyak dengan tonjolan tak teratur. Dan sisi lainnya terbungkus selaput rata nan mulus. Pada titik pusatnya tertempel bekas tali pusar dan sekelilingnya tersebar urat-urat darah halus.
Whensrato menyebutkan, plasenta mengandung berbagai jenis antibodi untuk mencegah penyakit cacar, influenza, dan difteri. Protein plasenta juga mengandung interferon, zat yang bisa mencegah dan mengendalikan epidemik virus.
“Dalam praktik klinis, plasenta telah lama digunakan untuk imunisasi pasif. Pada plasenta juga ditemukan enzimenzim yang nilai penggunaannya amat tinggi, seperti lysozyme, kininase, histaminase, oxytocinase,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai sumber kehidupan, plesenta manusia kaya akan kandungan darah dan protein (albumin), hormon (estrogen) dan substansi lain, seperti asam deoxyribonukleat dan asam ribonukleat. Albumin yang berasa dari plasenta manusia menarik perhatian karena mengandung gamaglobulin, im-munoglobulin seperti IgG, IgA dan asam-asam amino.
Dalam banyak uji coba, pemberian serbuk plasenta secara oral kepada tikus dapat meringankan gejala penyakit yang ditimbulkan oleh baksil TBC. Secara biologis, plasenta dapat juga memproduksi hormon seks.
Plasenta kini banyak diproduksi dalam bentuk krim atau pil. Untuk placenta krim banyak digunakan oleh pakar kecantikan sebagai bahan yang diyakini baik untuk meregenerasi sel-sel kulit.
“Pada tahun 70-an, dunia sempat dihebohkan dengan beredarnya kosmetik dari Jepang bernama Embryodanya yang bahan dasarnya dicampur dengan plasenta. Kosmetik tersebut kemudian menghilang. Namun, di beberapa tempat tetap saja ada yang menawarkan rahasia menjadi cantik menggunakan aneka produk kosmetik yang bahannya mengandung plasenta,” katanya.
Lepas dari kontroversi tersebut, plasenta telah banyak digunakan kaum perempuan di kota-kota besar di Indonesia untuk mencerahkan warna kulit. Contohnya,Irawati (45), ibu rumah tangga, telah 5 tahun menggunakan krim wajah yang mengandung plasenta. Hasilnya, wajahnya menjadi halus, kencang, dan terlihat muda.
Irawati pun meresepkan khasiat plasenta pada anaknya, Herawati, yang baru saja melahirkan. Herawati diberinya ramuan serbuk plasenta. Hasilnya, empat hari seusai bersalin, air susunya mengucur deras.
Dalam perkembangannya, bagian-bagian di sekitar plasenta telah digunakan dunia kedokteran untuk mengatasi kerusakan mata. Misalnya, membran amniotik atau amniochorion adalah selaput amnion plasenta. Membran ini melekat pada plasenta dan meliputi fetus dalam rahim. Membran ini diambil setelah operasi caesar berlangsung.
RS Cicendo, rumah sakit mata terbesar di Bandung, menurut dr Hikmat Wangsaatmadja, SpM, telah lama menggunakan teknik perbaikan permukaan okular dengan cangkok membran amnion. “Banyak keuntungan yang didapat dengan menggunakan teknik ini, antara lain proses penyembuhan lukanya lebih cepat,” katanya.
Prosedur memanfaatkan membran amnion juga dilakukan dr Taylor, dari Melbourne, Australia. Dr Taylor menutup permukaan okular pasien dengan membran amnion untuk menyelamatkan mata, merangsang penyembuhan, dan menyiapkan transplantasi di kemudian hari. Keuntungan menggunakan membran ini adalah pada transplantasi sel-sel stem limbus (sel-sel dalam konjungtiva yang memiliki regenerasi tinggi) untuk permukaan okular yang terbakar.
Untuk kepentingan farmasi, plasenta memiliki kegunaan dan khasiat yang luas. Antara lain menyembuhkan immunodefisiensi, cacat bawaan, hypogamma globulinemia, infeksi bakteri yang berulang dan serius, kondisi membusuk atau infeksi pada kelahiran baru, bayi prematur, menginitis dan osteomyelitis sebagai pengganti kehilangan protein akut melalui luka bakar, dan terapi kanker.
Selain juga untuk mengatasi infeksi virus yang serius seperti pada virus meningocephalitis dan infeksi hepatitis.
Ekstrak plasenta juga digunakan untuk mencegah infeksi virus pada pasien lansia yang staminanya lemah. Dunia kedokteran menyebutnya terapi imunosupresif. (Tri Wahyuni)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s